Pages

Selasa, 30 Oktober 2012

Bagaimanakah Melupakan Si Dia?

“Dia cinta matiku..” begitulah yang selalu bermain didalam fikiran.
Cuba hilangkan wajahnya daripada benak kita. Kosongkan ruang hati kita daripada kehadiran seseorang yang pernah muncul dalam hidup kita. Anggaplah dia tidak pernah hadir, mestipun dia sering hadir dalam hidup kita. Hati kita adalah kaca, yang sekali tergores maka akan susah hilangnya. Hati kita juga adalah batu, yang sekali terukir namanya akan susah menghilangkannya.
Tetapi tidak ada kata mustahil. Susah hanyalah kata yang akan membuat kita mundur ke belakang.
Susah bukan bererti tidak boleh, hanya kita perlu lebih banyak waktu, lebih banyak tenaga, dan lebih banyak kekuatan untuk menghapusnya. Biarlah air mata berlinang, biarlah juga semua lelah tergenggam, namun ia akan hilang dari benak kita.
Tidak perlu lagi kenangan masa belajar di sekolah rendah atau di sekolah menengah dahulu. Hapus dan buang jauh – jauh dari hati. Kembali pada Allah dengan wajah yang bersinar – bersinar. Kembali kepada tujuan awal, manjadi hamba Allah yang bersyukur dengan nikmat Islam.
Boleh? Apa yang tidak boleh?
Semuanya boleh apabila kita serius berusaha. Mungkin akan ada banyak air mata yang menitis, itu pasti. Sebab melupakan orang yang pernah disayangi bukan mudah. Tetapi manusia diciptakan Allah untuk tidak mudah untuk menyerah kalah. Kepalkan tangan, kita pasti boleh!
Yakinlah pada Allah, mohonlah diberi kemampuan untuk menghapus bayang – bayang si dia. Panjatlah doa, agar ia terhapus dari hati dan dari fikiran kita. Lawanlah daya ingat kita tentangnya dengan rasa lupa. Penuhi hati dengan cinta pada Allah, maka cinta kepada manusia yang bernama si dia boleh segera terhapus.
Masalah ini adalah manis!
Mungkin pada minggu pertama masih ada degup jantung yang menggoncang jiwa. Kencang dan lambat hilang. Tetapi semua ada masanya. Memang harus seperti ini. Normal.
Melupakan dia yang pernah hadir dalam hati, perlu perjuangan hati, perlu kekuatan tenaga dan konsentrasi =)

dari: http://akuislam.com/blog/renungan/bagaimanakah-melupakan-si-dia/#ixzz2ApQCWt3O

Sabtu, 27 Oktober 2012

Sepucuk senja masih mengiringiku layaknya sepucuk rindu yang diam membisu. 

- FNK. Senja, Okt '12.
Angin nampaknya belum mampu menghapus ukiran nama itu. 

-FNK. Senja, 27 Oktober 2012.
Senja, dapatkah kau menghapus goresan lukaku ketika matahari berkuasa tadi? 

-FNK. Senja, 27 Oktober 2012.
Senja berakhir dengan gelap. Hati ini pun begitu. Berakhir dengan luka.
Senja yang sama. Dengan goresan luka yang tak kunjung sembuh.

- FNK. Senja, Oktober 2012. 
Di ujung senja, aku berhasil mengalahkan bulir embun yang mengalir melalui celah indah..


- FNK. Senja, Oktober 2012.

Rabu, 24 Oktober 2012

Aku ingin bermanfaat...

....

Bagaimana mendewasakan diri?
Aku ingin dewasa! Ah tidak... Dewasa itu tidak bisa dipaksa.
Layaknya tulisan yang akan terlihat berisi,
ketika kita memainkan kata-kata dengan hati.