Pages

Senin, 07 Juli 2014

Kok Alhamdulillah?



            Akhirnya pagi tadi kuinjakkan kembali kakiku ke (mantan) sekolahku tercinta. Meski belum genap dua bulan aku resmi tak menyandang status sebagai siswa SMA N 1 Boyolali, sejujurnya aku merindukan seluruh kenangan di dalamnya. Namun, memang seharusnya aku tak berlama-lama di sana, tentu untuk merajut asa yang jauh lebih tinggi.

Bukan tanpa alasan tadi pagi aku datang ke SMA N 1 Boyolali.  Kemarin malam, ada broadcast masuk dari salah seorang teman melalui  grup kelas di media chat whatsapp, mengabarkan bahwa hari ini seluruh siswa diharapkan datang ke sekolah untuk melakukan cap tiga jari ijazah. Alhasil, kuputuskan untuk mematuhi pesan itu, meskipun kenyataannya ijazahku masih harus ditangguhkan karena terjadi kesalahan pada penulisan nomor ujian. Yaa...tak mengapa. Itung-itung ketemu temen dan sejenak melepas penat.           

Saat aku sedang ngobrol dengan teman-teman, ada salah seorang teman yang lain datang menghampiri dan menyapaku sembari bertanya,
“Sekarang dapet sekolah di mana, Rah?”
 “Alhamdulillah belum dapet.” Jawabku sembari tersenyum.
Kok Alhamdulillah?”
“Ya pasti Allah punya rencana lain yang lebih baik.” Jawabku lagi, masih tersenyum.
“Iya..bener, rah.”
            Percakapan itu kembali mengharuskanku untuk berlapang dada atas takdir yang Allah berikan kepadaku.
Jika aku merasa tak punya Allah, sudah hilanglah semangatku melihat mereka, teman-temanku, sudah lebih dulu mendapatkan bangku di PTN...

Jika aku merasa tak punya Allah, sudah habislah kebaikanku dimakan api iri & dengki...

Jika aku merasa tak punya Allah, apakah aku mampu menegakkan langkah, bangkit kembali dari kegagalan yang kualami...

Jika aku merasa tak punya Allah, apakah aku mampu berbaik sangka atas semua kejadian yang menyesakkan dada ini...

Sayangnya... Aku punya Allah,

Dia jauh lebih dekat dari urat nadi,

Dia satu-satunya yang takkan pernah salah menempatkan hamba-Nya di suatu keadaan,

hanya Dia yang paling mengerti kemampuan hamba-Nya,

hanya Dia yang tahu apa yang hamba-Nya butuhkan,

dan HANYA DIA penulis skenario kehidupan terbaik!

Aku hanya peraga yang mampunya berusaha dan berdoa, lalu bertawakal. Hanya itu saja.

            Aku percaya. Sangat percaya bahwa Allah mempunyai misi besar di balik semua ini. Mungkin saat ini aku belum tahu apa misi indah-Nya, tetapi aku yakin suatu saat hikmah luar biasa itu akan Allah tunjukkan padaku dan membuatku bersyukur pernah ditempatkan di posisi saat ini...

            Ya Allah...terima kasih telah membersamaiku selama ini...
Aku tanpa-Mu bagai butiran debu....
I love YOU more, more, and more.

                                                                                    10 Ramadhan 1435 H / 7 Juli 2014
                                                                                             Farah Nadia Karima

1 komentar: