Pages

Sabtu, 12 Oktober 2013

Masalah Membuatku Mengerti

Aku yakin. Aku, kamu, dia, mereka, tak jarang kedatangan sebuah masalah. Atau malah banyak buah. Dan aku paham sekali bahwa cover dari sebuah masalah itu sangat tidak mengenakkan. Ia adalah sesuatu yang tak pernah kita harapkan. Kebanyakan respon pertama kita saat mendapat masalah adalah mengeluh.
 "IH, Allah nggak adil. Masa begini? Masa begitu?"
 "Ah, masalah lagi! Kapan sih bisa hidup tenang tanpa masalah gitu?"
 Semoga kita bukan termasuk golongan manusia yang mudah mengeluh seperti itu. aamiin. Kawan, bukankah Allah menghadirkan suatu masalah dengan membawa suatu misi indah? Kau tak percaya? Misi indah dari Allah hanya dapat kita temukan jika kita melepas kacamata negatif kita menjadi kacamata positif. Kita harus mengupayakan membuang segala tetekbengek yang melemahkan diri.    

Beberapa bulan yang lalu, sebuah kado indah Dari Allah datang spesial untuk keluargaku. Ia berwujud 'masalah'. Begitu teramat lelah sehabis 3 hari 2 malam melakukan aktivitas semacam jambore. Tidur pun tak sampai 3 jam selama 2 malam itu. Tujuan pertamaku saat kaki menapaki lantai rumah adalah istirahat. Tidur. Hanya itu yang ada di pikiranku saat berada di sana. Tetapi keinginanku tak dapat terwujud. Belum juga aku meletakkan tubuh barang sejenak, berita mengejutkan ITU menyambar telingaku. Menusuk hatiku. Tak hanya menusuk, tetapi MENGHANCURKAN. Aku menangis. Lupa akan segala kelelahan yang menggerogoti. Yang hanya ada dipikiranku saat itu hanya mereka. Papa. Mama. Jika perasaanku saja betapa hancurnya, apalagi mereka?? Ya Allah...

Baru kali itu aku melihat wanita yang kesehariannya selalu penuh dengan keceriaan meneteskan bulir-bulir air mata. Taukah kalian? Itu 1000000x lebih menyakitkan ketimbang dia yang sedang putus cinta. Lelaki yang terkadang marah saat anaknya berkelakuan kelewatan, Kali itu Beliau tenang. Tetapi kemudian Beliau keluar. Aku paham sekali, meski tak nampak kemarahan di raut wajahnya, hatinya sangat amat hancur berantakan. Remuk. Itu semua amat sangat menyakitkan bagiku.

"Farah, selama ini kamu udah cukup bikin papa mama bangga. Tapi kamu pasti bisa buktikan untuk lebih bikin bangga papa mama.. Kamu harapan papa mama..." Air Mata sama sekali tak mampu kubendung. saat itu aku menyadari...betapa aku mencintai mereka. Sudah terlalu sering aku menyakiti hati mereka. Betapa hinanya diriku. Menyakiti wali Allah di dunia.

Masalah itu membuatku lebih mengerti arti hidup. Ridho-Nya berada pada ridho mereka. Ketika mereka ridho...mudah bagi Allah untuk memberi segenap pertolongan pada setiap langkah kaki kita. Semenjak itu... aku lebih terbuka terhadap mereka. Ridho mereka selalu kukejar demi mendapat ridho-Nya. Aktivitas apapun selalu kumeminta izin pada mama dan papa. Aku sudah berkomitmen pada diriku sendiri untuk tidak mengecewakan mereka. Untuk membahagiakan mereka. Sekuat tenagaku. Semampuku. Atas izin Allah...

 Ya Allah...semoga Engkau ridho terhadapku. Terhadap apa yang aku upayakan. Semoga Engkau izinkan hamba mengemban amanah sebagai mahasiswi Fakultas Kedokteran..tahun depan. Ini impianku, impian papa, impian mama.. I wish I can make them proud. And because of it..I hope I get Your ridho. Aamiin..

Kawan, masalah jangan membuat dirimu lemah. Bangkit. Allah sedang ingin mengangkat derajatmu. Tidak ada masalah yang tak menguatkan. Begitu kata guru saya. Febrianti Almeera. :)

Tetap semangat menjalani labirin kehidupan karena Allah semata. Man Jadda Wajada. Allahu Akbar! :D

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar