Pages

Sabtu, 01 Juni 2013

Masa Lalu-lah yang Membentuk Kita

Malam ini...kegiatan saya adalah berselancar di dunia maya. Mencari-cari informasi tentang Universitas di Indonesia dengan jurusan yang saya inginkan. Tetapi masa pencarian saya itu berhenti saat saya tergelitik membuka sebuah blog/website seseorang yang isinya itu begitu menggugah hati.  Rasa rindu akan menulis itu kini tak dapat tertahankan... Oke..oke.. Sudahin saja basa-basinya. :Dv

Assalamu’alaykum saudariku.. Semoga selalu dalam lindungan Allah. Aamiin. ;))

Saudariku.. Setujukah dengan kalimat ini,”Masa lalu itu nggak penting. Udah, lupain aja! Yang penting kan sekarang.”? Kalau ada seseorang yang berkata seperti itu d hadapan saya, saya akan menjadi orang pertama yang menyanggahnya. Kenapa? Let’s start...

“The Past is Create Us.” – Farah Nadia Karima

            Banyak kita temukan di luar sana, orang-orang sukses bertebaran.  Dan saya yakin bahwa kesuksesan yang mereka raih itu tidak instan belaka. Banyak prosesi kehidupan yang dilaluinya. Pahit manis berulang kali menempa kehidupannya. Tetapi justru itulah cara Allah memberi pelajaran hebat. Untuk menjadi bekal menjalani kehidupan selanjutnya. Untuk tidak mengalami kesalahan yang sama di masa lalu.Dan dari ‘menengok ke belakang’ untuk belajar, mereka mampu meraih kesuksesan dirinya yang sekarang.
            Contoh saja, inspirator saya...Teh Pepew. Atau dikenal dengan Febrianti Almeera. Beliau sudah berani mengambil tantangan&resiko yang besar di usia Beliau yang masih muda. Dan pada umur 19 tahun Beliau sudah terjerat hutang sekian ratus juta yang tak seharusnya ditanggung seorang yang masih sangat belia. Dengan mengambil ibrah dari kejadian itu...Teh Pepew menyimpulkan bahwa untuk melakukan suatu usaha jangan pakai uang hasil hutang. Hidupnya tidak tenang...penagih hutang terus terbayang-bayang...
Teh Pepew tidak melupakan masa lalunya karena dari sanalah Beliau belajar dan jadilah Teh Pepew yang sekarang dikenal sebagai seorang inspirator. Subhanallaah...
            Sebenarnya banyak sekali kisah-kisah Tokoh Besar yang berhasil menangkap ibrah yang Allah selipkan di kejadian di masa lalu.
            Dalam sisi kehidupan saya...saya temukan banyak sekali ibrah yang Allah selip-selipkan. :’) Seperti yang sudah saya ceritakan di posting sebelum-sebelumnya... sungguh, tak akan pernah saya lupakan seseorang yang Allah kirimkan ke kehidupan saya beberapa tahun yang lalu. Seseorang yang menjadi salah satu wasilahku untuk lebih mendekat kepada-NYA... Semuanya datang atas izin Allah. Termasuk perjalanan hijrah saya. Ia hanya sebagai wasilah saja. Tidak lebih. Selebihnya Allah-lah yang berkuasa. Dan saya bersyukur sekali atas itu... Kejadian-kejadian yang tak sesuai syariat di masa lalu lah yang membuat kepahaman tersendiri untuk saya sekarang. Dari sana saya belajar. Dan dari sana pula saya menjadi lebih mengerti dan paham tindakan apa yang harus saya lakukan sekarang. Berjalan, berlari mengejar ridho-Nya... Sesungguhnya Allah Maha Pengampun bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh bertaubat. :’)
            Siapa diri kita sekarang juga bergantung dari ‘masa lalu’. Apakah kita termasuk manusia yang pandai mengambil hikmah-hikmah yang bertebaran? Apakah kita termasuk orang yang pandai bangkit dari kegagalan? Bisa jadi kita menjadi manusia yang lemah & kurang beruntung karena kita tak pernah menyadari ‘kode-kode’ yang Allah berikan dalam rangka mengubah diri kita. Bisa jadi kita menjadi manusia yang baik & sukses karena kepandaian kita dalam belajar dari masa lalu.
           Ada satu hal penting yang hampir saja tidak masuk dalam postingan ini..
         Jangan sampai ketika kita sudah sukses suatu saat nanti, kita melupakan Yang Maha Pemberi Kesuksesan, dan orang-orang yang sangat berpengaruh dalam menyokong kesuksesan kita.. Seperti penjaga sekolah/kampus yang senantiasa membukakan pintu lebih awal. Tukang pel yang selalu siap membuat lantai indah dipandang mata.. Saudara-saudara kita yang rela membantu kita mencari relation-relation di Universitas/Kantor supaya kita dimudahkan. dan yang paling utama....orangtua yang kasih sayang dan pengorbanannya tak terbayarkan bahkan kita telah sukses sekalipun. :')
           Semoga kerendahan hati senantiasa menyelimuti. Semoga kita menjadi manusia yang pandai belajar dari kesalahan. Semoga kita menjadi manusia yang pandai memetik hikmah dari setiap kejadian. Dan semoga Allah senantiasa memberi petunjuk kepada kita semua, karena sebaik-baiknya hidup ialah yang senantiasa mendapat petunjuk dari Allah SWT. Aamiin Yaa Rabb..

Semoga bermanfaat, sahabat...

Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh. J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar