Pages

Minggu, 31 Maret 2013

Golden Chance



Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Bismillaahirrahmaanirrahiim... Semoga #GoldenChance berikut bermanfaat, khususnya untuk jiwa-jiwa yang sedang patah. ^^

“Putus cinta  bukan merupakan musibah, melainkan sebuah berkah.” – Farah Nadia Karima

Apakah ada yang bertanya-tanya maksud dari quote di atas?
A: Lho putus kok berkah, masalah iya.
B: Idih, baru tau ada yang bilang kalo putus itu berkah. Bikin sengsara iya.
C: Berkah dari mananya? Liat nih mata udah kayak panda nggak tidur seminggu.

Wajar jika ada yang beranggapan seperti itu. Tetapi insya Allah muslimah yang membaca postingan ini adalah muslimah yang tangguh, yang nggak lembek hanya karena putus cinta. Iya kan, dear? :) Maksud dari quote di atas akan dibahas habis dalam postingan “Golden Chance” kali ini. Jeng-jeng jeeeeng... ♥

***

Golden Chance? Semacam Mario Teguh Golden Ways? Bukan. Bukan. Jangan salah tafsir. Ini murni bukan kata-katanya Mario Teguh.
Golden Chance. Golden = emas, Chance = kesempatan. Yup! “Kesempatan emas”! Saya menyebutnya #GoldenChance lebih ke keadaan di mana kita sedang putus cinta. Lebih spesifik untuk muslimah. Tahu maksudnya? Pernah merasakan putus cinta, dear? Ya sebut saja putus dari pacaran. Pernah? Saya pernah. Dan inilah sebab saya mampu membagikannya ke teman-teman. Untuk yang belum pernah pacaran, berterima kasihlah pada Allah yang telah menjaga kesucian hati teman-teman semua. :)
Ketika kita sedang mengalami putus cinta, apa yang kita lakukan? Menangis satu malam suntuk? Menyalahkan si doi dan juga menyalahkan keadaan? Yakin itulah cara yang tepat menyikapi rasa sedih sebab putus cinta? Di minggu-minggu pertama putus cinta -sebut saja fase awal- akan dihiasi kesedihan yang tumpah ruah, air mata yang bergelimang tak kunjung reda. Kenapa? Kenapa kesedihan yang berlebihan itu dapat terjadi? Tak lain kita hanya stuck pada, “Aku nggak mau kehilangan dia.” Kalimat ini yang membuat hati kita lemah. Yang membuat kita enggan berpindah ke tempat yang lebih tinggi. Kita selalu memikirkan bagaimana cara untuk dapat bersamanya kembali (re: balikan). Kita enggan mencari cara untuk keluar dari tali kesedihan yang menjerat kita itu. Wajar memang bagi seorang wanita yang sedang jatuh cinta lalu hatinya dipatahkan begitu saja oleh lelaki yang tak bertanggungjawab menangis berhari-hari, bagaikan dunia ini sudah tak ada setitik cahaya yang mampu menerangi dunianya. Ketika keadaan kita seperti itu, maukah hati kita berkhusnudzon? Kebanyakan tidak. Justru semakin menyalahkan dia & keadaan. Tetapi setelah beberapa minggu kemudian, saya yakin satu paket kesdihan dan air mata itu semakin menjauh dari diri kita. Walaupun bayang-bayang dirinya masih berlalu-lalang dalam benak kita. Sulit. Sulit sekali rasanya untuk sekedar move on dari ‘rasa’ itu.
Sekali saja, biarkan hati dan otak berpikir jernih. Biarkan mereka menelaah setiap masalah yang datang menghampiri. Jangan menjadi penghalang bagi kebaikan diri kita sendiri. Ketika hati dan otak sudah menemukan satu titik kebaikan Allah, biarkan ia bebas berpetualang mengarungi kuasa Ilahi.
Percayakah bahwa setiap kejadian yang kita alami Allah sedang menggerakkan kita ke satu muara, satu tujuan? Saya percaya itu. Daun yang jatuh berguguran saja sudah Allah catat dengan baik di kitab Lauh Mahfudz.
Sadarkah bahwa Allah membawa misi baik-Nya ketika Dia memberi masalah kepada kita? Tak luput juga masalah putus cinta. Tetapi, sadarkah apa sebenarnya misi Allah memberikan masalah 'putus cinta' kepada kita? Ya, memang. Di fase awal, hati dan otak kita seperti dibekukan oleh rasa cinta yang berlebihan. Enggan menerima nasihat-nasihat dan pemikiran yang baik. Yang ada hanya, “Pingin balikan”, “Belum sanggup menjalani hari tanpa dia” dan alasan-alasan tak berlogika lainnya. Padahal PUTUS CINTA MERUPAKAN ALLAH’S BIG SIGN. Kita telah DIKODE BESAR OLEH ALLAH! :)
Tanda maupun kode dari Allah itu pasti bersifat membaikkan. Allah sedang menyuruh kita ber-muhasabbah; introspeksi diri. Bukan malah menyalahkan si dia-nya lebih-lebih menyalahkan keadaan yang berujung menyalahkan Allah. Naudzubillah... Jangan menyalahkan takdir-Nya ya, dear.
Allah sedang tersenyum saat melihat kita menangis tersedu-sedu. Karena Dia lebih tahu dari hamba-Nya mana yang terbaik. Dan sadar atau tidak sadar, ketika kita putus cinta, kita sedang diberi kesempatan emas oleh Allah! Kesempatan yang sangaaaaaaaaat berharga. Kesempatan yang terlalu indah jika disia-siakan. Allah punya misi sangat baik sebenarnya. Kita diminta untuk sadar. Sadar untuk kemudian menjaga hati dari yg bukan mahram. Jangan move on ya, move on = pindah. Yes, just move to other boy. Sama aja bohong dong? Sama aja kita menyia-nyiakan kesempatan emas yang Allah berikan. Padahal saat kita putus cinta, kesempatan emas itu sedang terbukaaaaaaa lebar. Teringat nasihat seorang inspirator (@pewski), “Sejauh apapun melangkah, kembalilah pada Allah.” Allah itu Mahabaik. Allah sudah meng-kode kita saat kita sudah melangkah terlalu jauh dalan hubungan yang tidak diridhai Allah. Terkadang kita sendiri yang menutup hati dan pikiran kita. Astaghfirullah...
Nah... Dalam ksempatan emas inilah kita dapat memulai memantaskan diri sebaik-baiknya! :D Ingat perlu diingat, memantaskan drii bukan supaya dapat jodoh yang baik, tetapi kita harus senantiasa meluruskan niat “Mengharap ridho Allah SWT” karena dengan keridho-an-Nya rezeki lancar, jodoh yang shalih/shalihah itu bonus bagi kita. Kita juga mempunyai kesempatan untuk mengikis dosa yang telah kita perbuat akibat jalinan cinta yang belum halal dan kemudian tidak mengulanginya lagi. Kita bebas melakukan kebaikan tanpa ternodai nafsu kepada lain jenis yang bukan mahram. Indah bukan? :)
Kita dapat berkarya sehebat mungkin! Tanpa ada seseorang yang menghambat (re: pacar). Terkadang ia membatas-batasi gerak-gerik kita. Melarang ini itu. Padahal apa yang kata lakukan itu mampu meningkatkan kualitas diri. Maha Besar Allah yang telah membebaskan kita dari penghambat diri kita itu...
Kita dapat melakukan kebaikan sebanyak mungkin tanpa ternodai hubungan yang tidak ada dalam islam (re: pacaran). Bebas mengikuti komunitas ini itu. Pokoknya bebaaaaaas melebarkan sayap mengarungi kuasa Allah Subhanu Wa Ta’Ala.. Saya merasa itulah misi yang Allah selipkan dalam sesuatu yang semula kita anggap sebagai musibah, bukan berkah. Bahkan masih banyak lagi hal-hal yang membaikkan setelah kita putus cinta yang tak dapat saya jelaskan satu persatu...
Remember, NOT ONLY MOVE ON, BUT MOVE UP! Allah tidak menyuruh kita berganti pasangan lagi, melainkan untuk BANGKIT. Menapaki tangga yang lebih tinggi. Menjadi muslimah yang tangguh! Bukan yang gampang luluh. Menjadi muslimah yang lebih baik! Yang senantiasa mendekatkan diri pada Sang Maha Penggenggam hati manusia. Jadilah muslimah yang peka terhadap kode-kode yang Allah berikan melalui masalah yang sebenarnya membaikkan, memberi penguatan. Jangan sampai menutup mata dan hati. Jangan sampai kesempatan emas itu terlewat sia-sia.Misi Allah yang satu ini sungguh indah sekali. Dia menyelamatkan kita dari dosa karena hubungan yang tak diridhoi-Nya. Bersyukurlah bagi kita yg sedang atau sudah mengalami putus cinta. Gunakan Golden Chance ini sebaik-baiknya! Selagi masih hidup. Bagi yang belum pernah mengalami putus cinta, bukan berarti dapat berleha-leha. Terus memantaskan diri bersama muslimah-muslimah yang sedang tertatih dalam pemantasan mengharap ridho-Nya..
Ketika sudah mendapat Golden Chance, jaga hati. Jangan sampai kembali pada hubungan yang merugikan kita; pacaran. Istiqomahkan hati, supaya terus bergerak, melangkah, di jalan Allah. Sekali lagi,

“Putus cinta  bukan merupakan musibah, melainkan sebuah berkah.” – Farah Nadia Karima


Alhamdulillaahirabbil’aalamiin...
Semoga bermanfaat. ♥


Senin, 1 April 2013.
Farah Nadia Karima


Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sabtu, 09 Maret 2013

Kehadiran Seseorang



Allah pasti punya misi rahasia ketika Dia mengirimkan seseorang ke kehidupan kita.” – Farah Nadia Karima


            Setiap scene hidup kita, pastilah tak jauh-jauh dari sentuhan tangan orang lain. Mampukah kita hidup seorang diri? Kurasa tidak. Coba kita lihat, sebulir nasi yang kita makan. Apakah kita menanam padinya sendiri? Apakah kita menuainya sendiri? Kurasa juga tidak. Kita membutuhkan petani untuk menanam dan segala prosesnya untuk menjadi beras yang dapat dikonsumsi. Kita saat ini bisa membaca dan menulis pun juga karena bantuan orangtua dan guru. Ya sudah. Kita akan menjadi sangat sombong jika menganggap diri kita mampu melakukan segalanya sendiri.
            Allah hadirkan mereka yang telah mampu membuat kita tumbuh, dengan tak lain supaya kita bersyukur, supaya kita tak angkuh, supaya kita bisa menghargai orang lain. Itulah misi rahasia yang Allah sisipkan. Pandai-pandai kita yang menelaah.
            Kehadiran seseorang pasti bukan kebetulan. Ya. Allah pasti punya misi ketika Dia mengirimkan seseorang ke kehidupan kita. Kita tidak tahu, seseorang itu akan membuat dampak apa bagi kita. Bisa baik, bisa buruk. Tergantung cara pandang hati kita. Dan seseorang yang Allah kirimkan itu, bisa siapa saja. Tidak melihat tua, muda, miskin, atau kaya. Random saja. Kehadiran seseorang juga tidak dapat kita duga-duga. Bisa datang kapanpun, sesuai yang Allah suka.
            Pernahkah kita merasa terjatuh? Bukan. Bukan terjatuh dari sepeda atau pohon. Hehehe. Tetapi terpuruk hingga kita tak mempunyai daya dan upaya untuk bangkit kembali. Pernahkah? Pasti kemudian orangtua datang, merengkuh.. Sahabat tak lupa untuk datang menghibur. Sadar atau tidak, mereka adalah orang-orang yang Allah kirimkan kepada kita untuk bangkit kembali. Untuk lebih semangat menjalani hari-hari. Untuk menyadarkan kita, bahwa kita tak pernah sendiri..
            Pernahkah kita menyombongkan diri? Atau merasa ‘terangkat’ ketika orang lain memuji kehebatan kita? Mungkin kita tidak merasa sedang sombong. Tetapi sombong layaknya rasa cinta… menyelusup halus ke dalam hati kita. Jika kita tak cepat menyadari, kita akan semakin terlena. Saat itu juga, seringkali kita ditegur orang lain karena ulah kita sendiri. Ya itu tadi, sombong. Mungkin orang itu tidak nyaman dengan sikap kita yang secara tidak sadar sedang menyombongkan diri sehingga dia merasa mempunyai kewajiban untuk menegur. Yang seperti itu Allah kirimkan, tentu bukan tanpa maksud. Allah sedang memperingatkan kita melalui manusia. Tetapi, ketika yang hatinya tidak lapang, ‘sentilan’ itu justru akan ‘menjatuhkan’ kita. Menodai hati kita… Pasang selalu “kacamata positif” supaya kita mempu menjadikan kehadiran seseorang itu menjadi sesuatu yang membaikkan.
            Memang, Kehadiran seseorang tidak selalu berawal dari kata-kata dan perilaku uang manis. Justru yang berawal menyakitkan itu akan menguatkan. Mungkin bagi kita, teguran dari orang lain itu adalah hal yang menyebalkan. Siapa sih, orang kok suka ngatur-ngatur. BIasanya begitu, semoga kita tidak… Padahal, Allah Maha Mengetahui, teguran itu dapat membaikkan kita.. Perhatikan bunyi ayat ini:

“.. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”.  (QS. al-Baqarah [2]: 216)

Yang berawal manis pun juga tidak selalu melenakan. Jadikan perkataan manis itu sebagai cambuk pembuktian untuk dapat memberikan yang lebih baik lagi. Tergantung kondisi hati kita. Apakah akan terlena pada puja-puji manusia? Atau beri ia pembuktian yang lebih? Apakah kita akan tersinggung ketika kita ditegur seseorang? Walaupun itu benar? Atau akan bangkin dengan terus memperbaiki diri? Semua itu pilihan. Pilihlah yang terbaik.
            Sekali lagi, Allah hadirkan seseorang dalam setiap sesi kehidupan selalu mempunyai misi untuk kita. Kita juga harus pandai-pandai menelaah kehadiran Allah melalui manusia. Jadi, manis atau tidaknya pertemuan kita dengan seseorang, pasti ada “sesuatu” yang dapat membaikkan kita. Percayalah… :)
***
            My experience… Semoga dapat diambil hikmahnya. :)
            Singkat cerita.
            Allah hadirkan ke kehidupanku seorang laki-laki di masa lalu. Sewaktu aku masih SMP. Ia yang menghiasi hari-hariku. Ya, sebut saja pacaran. Namanya masih remaja. Labil. Dulu belum tahu apa-apa tentang cinta. (Jangan ditiru ya……)
Orangtuanya merupakan muslim yang taat beragama. Keduanya berprofesi sebagai dokter. Subhanallah… sudah taat beragama, dokter pula. Itu yang aku kagumi dari orangtuanya. Dari didikan orangtuanya pun, dia menjadi lelaki yang baik, yang cukup sering sholat berjamaah di masjid. Walau terkadang, dia nakal juga. Hehehe. Maklum, remaja labil.
Dari situlah aku mendapat banyak hal. Banyak pelajaran. Aku terinspirasi oleh orangtuanya yang taat beribadah… Aku yang semula tidak berhijab, kemudian mulai berhijab. Aku juga terinspirasi untuk menjadi dokter. Memang, dokter adalah cita-citaku sejak kecil. Tetapi dengan nyata menguat sejak aku mengenalnya. Semakin mantap langkahku untuk menjadi dokter.  Semakin lama aku bersamanya… semakin terasa ‘rasa’ yang menggetarkan hati. Semakin lama itu pula, aku mempelajari banyak hal. Banyak sekali. Hobinya adalah membaca. Tanpa disadari, akupun menjadi suka membaca, hingga saat ini, membaca adalah kegiatan yang paling aku sukai. Semakin ke sini, banyak masalah di antara kita. Agustus tahun 2011. Dia memutuskan untuk ‘udahan’. Yang namanya wanita, awal-awal pasti masih sedih. Masih kebayang-bayang. (Astaghfirullah… Betapa dangkalnya ilmuku saat itu.) Setelah itu pun, kita masih berhubungan baik. Malah sempat dekat lagi.
Tetapi semakin lama… aku semakin menyadari. Cinta yang belum halal itu sangat amat tidak dianjurkan dalam islam. Dengan pelajaran-pelajaran yang kuperoleh dari dia dahulu, tak kuhilangkan. Justru semakin kukembangkan. Semakin menguat. Caraku berhijab, kusempurnakan. Ilmu agamaku, kuperdalam. Hobi membacaku tak pernah hilang. Semakin bersemangat menjadi dokter. Semakin gencar mencari motivasi-motivasi islam dari inspirator-inspirator super. Hingga saat ini aku berprinsip, “Single sampai halal.” :’)
Semua ini telah diatur oleh Allah Subhanu Wa Ta’ala. Sedetail-detailnya. Aku merenung… menelaah setiap kejadian di masa lalu. Aku sangat amat menyadari. Allah simpan misi besar itu melalui dirinya. Melalui seseorang yang tak pernah kuduga kehadirannya dulu. Walaupun , berawal dengan sebuah status pacaran… Tetapi itulah jalanku.  Itulah jalan menuju Farah yang sekarang.
Beberapa waktu lalu, aku membaca artikel dari inspirator Febrianti Almeera, yang berjudul “Aku Ujian Bagimu, Kamu Ujian Bagiku”. Aku mendapati kalimat yang sesuai untukku saat ini…

Saya menyesal telah melanggar ketentuan Allah, tapi juga bersyukur pernah mengalaminya. Sebab sekarang saya tau bagaimana rasa sakitnya, maka sulit rasanya bagi saya untuk mengulang kembali kesalahan tersebut. Jangan pernah coba-coba mengizinkan cinta sebelum datang kepastian halal. Ini bukan teori, sebab saya sudah praktek langsung. Saat ini saya masih belum pulih betul, masih sering tersedu. Tapi lebih banyak tersedu malu pada Allah. Sungguh saya bersyukur atas ampunan Allah yang amat luas. Meski tertatih, kini saya kembali mendekat pada-Nya. Semoga bisa jadi pembelajaran bagi kita semua..”

Saya menyesal telah melanggar ketentuan Allah, tapi juga bersyukur pernah mengalaminya…. :’)

Cara penyampaian Allah itu berbeda-beda. Dan yang pasti, semua itu insya Allah akan berujung yang membaikkan. Dan dalam kahidupanku, Allah sengaja kirimkan ‘dia’, untuk membentuk Farah yang sekarang.
Terima kasih atas nikmat-Mu yang sungguh… priceless  ini ya Allah…. Terima kasih… Terima kasih… :’)


Ahad, 10 Maret 2013

Farah Nadia Karima


           
           
           
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         

Senin, 04 Maret 2013

Febrianti Almeera | Inspirator Muslimah Hijrah

Assalamu'alaikum.
Jadi begini, saya mendapat tugas membuat biografi tokoh inspiratif. Saya memilih kakak cantik ini, karena beberapa bulan terakhir sudah memberi efek baik untuk saya... Alhamdulillah :)
Sila dibaca, semoga ada manfaat. Jazakumullaah... ^^



Febrianti Almeera (@pewski)
Inspirator Muslimah Hijrah

Febrianti Almeera. Atau akrab dipanggil Pepew. Seorang wanita yang lahir di Bandung, 26 Februari 1991. Kedua orang tua Febrianti merupakan para entertainer. Ayahnya, Sudrajat P. Hutapea sangat menekuni bidang musik. Ibunya, Neni Martdiani adalah seorang penyanyi senior dengan genre jazz. Hasilnya, Febrianti tumbuh menjadi seorang anak yang berjiwa seni. Sejak bangku sekolah, Febrianti melebarkan Febriantip di dunia tarik suara. Tidak puas hanya dalam bidang tarik suara, Febrianti mencoba mengadu keberuntungan dalam berbagai kompetisi. Salah satunya adalah School Of Joy, kompetisi marketing untuk anak SMA sekota Bandung. Pada tahun 2008, Febrianti dinobatkan menjadi Juara 1 Junior Marketing of the Year. Tepat di bangku kelas 3 SMA, Febrianti mengeksplorasi kemampuannya dalam bidang broadcasting. Febrianti mengawali karir announcer-nya di OZ Radio Bandung. Program siaran pertamanya adalah OZ COOL SCHOOL setiap hari Minggu pagi.
Febrianti resmi menjadi mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia Bandung pada tahun 2009. Mengambil jurusan Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Setahun setelahnya, Febrianti memutuskan untuk berjilbab.. Di kampus, Febrianti berkawan dengan banyak komunitas. Memang hobinya untuk bergabung dan memperluas networking. Membentuk Event Organizer bernama MARIKREATIF. Pada tahun 2011 tersebut Febrianti kembali memasuki dunia broadcast. Namun kali ini Febrianti bergabung dengan Ardan Group Radio. 
 Siaran pertama dalam program request Lagu Indonesianya kamu. Mantap berjilbab sambil siaran dibarengi dengan kemantapan untuk mulai belajar wirausaha. Usaha pertama yang dirintisnya adalah Freezy Breezy Frozen Yogurt. Febriantingnya, usaha pertama Febrianti tidak berjalan semulus teori yang dipelajari Freezy Breezy harus ditutup pada bulan September 2010. Beberapa bulan kemudian, dengan uang yang tersisa, Febrianti membangun usaha yogurt kaki lima. Berbekal sisa semangat yang hampir padam, usaha terus dijalankan. Beberapa bulan kemudian usaha tersebut memberikan hasil. Febrianti pun meraih berbagai macam penghargaan. Dinobatkan menjadi The Ambassador of Business Edupreneur UPI 2011. Tepat di tahun 2012, Febrianti mendapatkan beasiswa dari Djarum Beasiswa Plus. Febrianti dinobatkan menjadi Beswan Djarum angkatan 27. Bersama 487 orang lainnya se-Indonesia, Febrianti memperoleh pelatihan softskill luar biasa. Sekarang, Febrianti masih melanjutkan studi S1-nya. Meskipun masih terbilang muda, Febrianti memiliki multi-profession sebagai entrepreneur, trainer, coach, mentor, dan entertainer.
Lantas Almeera itu siapa?
Jika nama lengkapnya hanyalah Febrianti, lalu Almeera itu siapa? Almeera adalah sosok harapan yang tertuang dalam sebuah nama.
Sewaktu usia Febrianti 19 tahun, Febrianti mengalami kebangkrutan di bisnis pertama yang Febrianti rintis, sendirian. Pada waktu itu Febrianti nyaris depresi dan kehilangan kepercayaan diri. Febrianti merasa sudah melakukan segala upaya yang maksimal, lalu kecewa dengan hasil yang Febrianti peroleh. Sampai pada suatu waktu, saat Febrianti sedang jalan-jalan di sebuah toko buku, Febrianti membaca buku sekumpulan nama-nama bayi muslim. Febrianti hanya memang baca bukunya random. Halaman pertama buku kumpulan bayi tersebut menyambut mata Febrianti dengan nama bayi muslim perempuan “Almeera” yang artinya: perempuan tangguh, yang apabila jatuh, selalu berani untuk bangkit lagi.
Di situasi Febrianti yang sedang jatuh itu, Febrianti berasa ditampar. Singkat cerita, jadilah Almeera sebagai nama publik Febrianti, yang Febrianti gunakan dalam berbagai profesinya.

Komunitas Great Muslimah Indonesia (@GreatMuslimahID)
            Semakin mantapnya Febrianti berhijab, kemudian ia semakin bersemangat untuk meluaskan saham surganya dengan menjadi founder suatu komunitas terkenal yaitu Great Muslimah  yang sudah tersebar di berbagai kota di Indonesia. Great Muslimah selalu identik dengan semboyan “Syar’i, Berprestasi, Menginspirasi”. Syar’i yaitu selalu taat terhadap syariat Allah, memaksimalkan kualitas diri dengan berprestasi, kemudian memberikan inspirasi terhadap orang lain. Subhanallaah…
            Febrianti mendirikan komunitas ini bukan tanpa alasan. Ia telah mendapat berbagai pengalaman dengan mencemplungkan diri di berbagai komunitas berhijab terkenal yang lain. Febrianti merasa ada yang salah dari beberapa komunitas tersebut. Mereka yang tergabung dalam komunitas terkenal itu sering kali bahasan yang mereka bahas itu tidak berbobot. Melupakan nilai-nilai islam yang sesungguhnya. Itulah sebabnya Febrianti mendirikan komunitas Great Muslimah. Komunitas yang menjunjung syariat Islam, prestasi, dan kebermanfaatan untuk orang lain.

Songbook “Be A Great Muslimah”
        Tak puas di bidang tarik suara, broadcast, dan kewirausahaan, Febrianti kemudian mengepakkan sayapnya lebih lebar lagi dengan menulis sebuah buku yang berjudul Be A Great Muslimah yang sudah terbit Februari 2013 lalu. Kenapa ia menerbitkan sebuah buku? Ia mempunyai cita-cita agar ketika Allah mendatangkan Expired Life kepadanya, khusnul khatimahlah yang ia dapatkan. Meninggalkan jejak karya, yang insya Allah dapat menjadi saham surga bagi Febrianti. Aamiin…
            Buku ini satu paket dengan mini album dari Febrianti. Terdiri dari 4 lagu: Setelah Aku Bertaubat, Jalan Hijrah, Pangeran Surga, dan Great Muslimah. Kenapa disebut songbook? Karena, sang penulis mengharapkan, pembaca ketika membaca buku Be A Great Muslimah dapat dengan langsung mendengarkan lagu yang ia nyanyikan. Sekalian ber-muhassabah
            Sekilas sinopsis dari buku Be A Great Muslimah:
Setiap Muslimah akan mendamba dirinya menjadi sosok yang great; hebat di dunia, mulia di hadapan Tuhannya. Bagaimana caranya? Maksimalkan segitiga kehidupan (life triangle) yang menjadi kunci para Muslimah luar biasa, yaitu fokus terhadap Allah (syar'i), fokus terhadap diri (berprestasi), dan fokus terhadap orang lain (menginspirasi).
Fokus terhadap Allah berarti meyakini keberadaan-Nya, menyadari petunjuk-Nya, dan senantiasa menabung Saham Surga. Fokus terhadap diri berarti mengenali peran diri, serta menggali, meyakini, dan memaksimalkan potensi diri. Dan fokus terhadap orang lain berarti memahami semangat berbagi dan menebar manfaat bagi orang-orang di sekitar.

Now…
            Saat ini, Febrianti kerap menjadi pembicara di berbagai acara di Kota Bandung dan sekitarnya. Febrianti dikenal sebagai Inspirator Muslimah Hijrah oleh khalayak. Kenapa? Karena ia selalu memberikan motivasi kepada muslimah-muslimah untuk berhijrah menuju kebaikan, tentunya karena ia sendiri seorang muslimah hijrah. Ia benar-benar meninggalkan dunia lamanya yang penuh gemerlap dunia dan memaksimalkan diri di jalan yang Allah ridha-i.
Febrianti semakin bersemangat untuk menebar kebermanfaatan kepada orang lain. Website (febriantialmeera.com) dan blog (febriantialmeera.wordpress.com) yang ia miliki, berisi  postingan yang sangat menyentuh dan menggugah hati para pembacanya. Ia selalu menuliskan paragraf demi paragraf dengan melibatkan hati. Tak heran jika seringkali, postingan-nya selalu menginsipirasi orang banyak. Subhanallah...

Hal yang dapat dicontoh dari Febrianti Almeera:
*      Masih muda, tetapi multi talented. (entrepreneur, inspirator, trainer, coach, mentor, dan entertainer.)
*      Berani mengambil resiko
*      Mampu bangkit jauh lebih tinggi setelah ditimpa masalah yang cukup berat
*      Mendirikan sebuah komunitas besar dengan berlandaskan islam dan Allah
*      Menebarkan manfaat ke orang lain
*      Memaksimalkan potensi diri
*      Menulis Songbook yang insya Allah dapat menginspirasi orang banyak, khususnya muslimah.


Afwan ya kak pewski, jika ada kesalahan kata yang tidak berkenan di hati kakak... :)