Pages

Sabtu, 26 November 2011

Sujud Tahajjud-ku



Aku terjaga
Malaikat serasa membangunkanku
Ketika manusia lain masih di bunga tidur
Aku beranjak ditemani Allah
Tak kuhiraukan dingin menusuk tulang
Malamku kali ini kubasuh dengan air wudhu
            Sejuk, ya sejuk dan damai kurasakan
            Kukenakan hijab putihku, lengkap
Aku tenggelam dalam khusyuk tahajjud
Bunga-bunga Allah ditebarkan di atas kepalaku
Benar-benar damai sesungguhnya
Benar-benar Kebahagiaan yang sesungguhnya
            Ayat suci kulantunkan indah
            Benar-benar lama dan indah
Berkali takbir lulantunkan…
Ya Allah, aku berserah kepada-Mu…
Sujud terakhirku
Kuresapi hingga lubuk jiwa
Bibirku beristighfar tanpa henti
Bulir air mata, keluar tanpa malu-malu
            Sujud terakhirku
            Kulantunkan do’a
            Agar keluargaku, sahabatku, temanku,
dan orang yang kusayang
Mendapat keridhaan-Mu
Sujud tahajjud-ku…
Hatiku selalu bergetar
Air mata selalu lolos
Ketika aku merasakan, Allah sangat dekat…

Rabu, 16 November 2011

Belajar Merendamkan Rasa Tersinggung


Salah satu perkara yang selalu membuatkan kita lemah adalah timbulnya rasa tersinggung dihati kita. Munculnya perasaan ini sering disebabkan oleh ketidaktahanan kita terhadap sikap orang lain.
Ketika tersinggung, paling kurang kita akan sibuk membela diri sendiri, dan  akan memikirkan kejelekan orang yang membuat kita tersinggung itu. Perkara yang paling membahayakan dari rasa tersinggung adalah timbulnya penyakit hati seperti rasa merendahkan orang lain dan mengumpat. Malah mungkin menfitnahnya kembali.
Kesan yang biasa ditimbulkan oleh rasa tersinggung adalah kemarahan.Bila kita marah, kata-kata jadi tidak terkawal. Stress meningkat. Kerana itu, ketabahan kita untuk “tidak tersinggung” menjadi satu keharusan.
Apa yang menyebabkan seseorang itu tersinggung?
Tersinggung seseorang itu timbul kerana menilai dirinya lebih dari kenyataan, merasa pintar, berjasa, baik, tampan, dan merasa berjaya.
 Setiap kali kita menilai diri lebih dari kenyataan yang sebenarnya, apabila ada yang menilai kita kurang sedikit sahaja dari expectation kita, maka kita akan merasa tersinggung. Peluang untuk rasa tersinggung akan terbuka luas jika kita salah dalam menilai diri sendiri. Kerana itu, ada sesuatu yang harus kita perbaiki, iaitu cara menilai diri.
Teknik pertama agar kita tidak mudah tersinggung adalah tidak menilai secara berlebihan terhadap diri kita sendiri. Misalnya, jangan banyak mengingati bahawa kita telah berjasa. Saya seorang guru, saya seorang pemimpin, saya ini saya itu. Saya seorang pemurah. Saya banyak menolong rakan-rakan. Semakin banyak kita mengaku tentang diri kita, akan makin mudah untuk  membuat kita tersinggung.
Ada beberapa cara yang cukup efektif untuk merendam rasa tersinggung :
Pertama, belajar melupakan.
Jika kita seorang berijazah maka lupakanlah ijazah kita. Jika kita seorang pengarah lupakanlah jawatan itu. Jika kita seorang pimpinan lupakanlah hal itu, dan seterusnya. Anggap semuanya ini berkat dari Allah agar kita tidak tamak terhadap penghargaan.
Kita harus melatih diri untuk merasa sekadar hamba Allah yang tidak memiliki apa-apa kecuali berkat ilmu yang dipercikkan oleh Allah sedikit. Kita lebih banyak tidak tahu. Kita tidak mempunyai harta sedikit pun kecuali sepercik berkat dari Allah. Kita tidak mempunyai jawatan ataupun kedudukan sedikit pun kecuali sepercik yang Allah telah berikan dan dipertanggungjawabkan. Dengan sikap seperti ini hidup kita akan lebih ringan. Semakin kita ingin dihargai, dipuji, dan dihormati, akan kian sering kita sakit hati.
Kedua, kita harus melihat bahawa apa-apa pun yang dilakukan orang kepada kita akan bermanfaat  
Kita tidak akan pernah rugi dengan perilaku orang kepada kita. Sebenarnya kita tidak boleh memaksa orang lain membuat sesuatu sama dengan keinginan kita. Apa yang boleh kita lakukan adalah memaksa diri sendiri memahami orang lain dengan sikap terbaik kita. Apa pun perkataan orang lain kepada kita, walaupun sangat mengguris hati, tentu itu terjadi dengan izin Allah. Anggap sahaja ini episod atau ujian yang harus kita lalui untuk menguji keimanan kita.
Ketiga, kita harus bersimpati.
 Melihat sesuatu tidak dari sudut pandang kita. Renungkan kisah seseorang yang sedang membawa gajah berjalan-jalan, dari depan dan seorang lagi mengikutinya di belakang gajah tersebut.
Yang berada di depan berkata, “Oh indah sungguh pemandangan sepanjang hari”. Pasti dia dilempar dari belakang kerana dianggap menyindir. Sebab, sepanjang perjalanan, orang yang dibelakang hanya melihat punggung gajah.
Oleh itu, kita harus belajar bersimpati. Jika tidak ingin mudah tersinggung, maka cari seribu satu alasan untuk boleh menyenangkan hati orang lain. Namun yang harus diingat, berbagai alasan yang kita buat semata-mata untuk menyenangkan, bukan untuk membenarkan kesalahan. Ingat!
Keempat, jadikan penghinaan orang lain kepada kita sebagai ladang peningkatan kualiti diri
Jadikan penghinaan orang lain kepada kita sebagai kesempatan untuk menyucikan jiwa, dengan memaafkan orang yang menyakiti dan membalasnya dengan kebaikan.
Pada suatu hari, Rasulullah SAW bersama sahabat-sahabatnya sedang duduk bersama. Tiba-tiba baginda bersabda: “Akan datang selepas ini seorang ahli syurga.”
Maka muncul lah fulan bin fulan. Keesokannya juga sama, Rasulullah bersabda perkara yang sama, dan muncul fulan bin fulan yang sama. Keesokannya lagi juga sama. Rasulullah SAW bersabda perkara yang sama, dan muncul fulan bin fulan yang sama.
Akhirnya seorang sahabat Rasulullah pergi berziarah ke rumah lelaki itu, dan tidur di rumahnya untuk menyiasat apakah amalannya.
Selama tiga hari, sahabat Rasulullah itu tidak menjumpai apa-apa ibadah yang hebat, yang besar,yang menarik. Akhirnya dia menyatakan hajat sebenarnya tidur di rumah lelaki itu.
Lelaki itu menjawab: “Ibadahku adalah sebagaimana yang kau lihat. Tiada yang menakjubkan. Biasa-biasa sahaja.”
Sambung lelaki itu: “Tetapi di dalam hatiku tidak ada sangka buruk, rasa benci, kepada saudara-saudara mukminku.”
Memaafkan. Memaafkan dengan dada yang lapang.
InsyaAllah yang lain akan datang kemudian. Kelapangan hati, ketenangan jiwa, kesegaran roh, akan hadir kepada kita insyaAllah. Pasti.
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Kerana itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka…” Surah Ali-Imran ayat 159


Sumber: http://akuislam.com/blog/renungan/belajar-merendam-rasa-tersinggung/#ixzz1dvTah6gm

Sabtu, 12 November 2011

19 Keistimewaan Wanita

Wanita makhluk Allah yang selalu menarik untuk diperdebatkan. Wanita juga makhluk Allah yamg paling lemah dibanding pria. Di zaman jahiliah dan zaman terdahulu, wanita menjadi makhluk Allah yang menderita. Selain menjadi komunitas seks kaum pria, banyak wanita diperdagangkan hanya untuk pemuas nafsu belaka. Ternyata di balik kelemahannya itu, di hadapan Allah wanita memiliki segudang kelebihan dibanding pria.



1. Doa wanita lebih makbul daripada lelaki karena sifat penyayangnya yang lebih kuat daripada lelaki.
2. Wanita yang salehah lebih baik 1000 orang laki-laki saleh.
3. Bagi siapa yang menggembirakan anak wanita, derajatnya seumpama orang yang senantiasa menangis karena takut Allah.
4. Bagi siapa yang membawa hadiah (oleh-oleh) lalu diberikan kepada keluarganya, hendaklah mendahulukan anak wanitanya daripada anak laki-laki.
5. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama Rasulullah SAW di dalam surga.
6. Bagi siapa yang mempunyai 2 atau 3 wanita, atau 2 atau 3 saudara wanita lalu dia bersikap ikhsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa dan tanggung jawab, maka baginya adalah surga.
7. Bagi siapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak wanitanya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka (Aisyah r.a.).
8. Surga di bawah telapak kaki ibu (Hadits).
9. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu surga, maka masuklah dari pintu yang dia kehendaki.
10. Wanita yang taat pada suaminya serta menjaga salat dan puasanya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristigfar baginya selama dia taat kepada suaminya dan direlakannya.
11. Apabila memanggil akan engkau dua orang ibu bapakmu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.
12 Aisyah r.a. berkata, “Aku bertanya pada Rasulullah SAW, siapa yang lebih besar haknya terhadap wanita?”. Jawab baginda, “Suaminya.” “Siapa pula berhak terhadap lelaki?”. “Ibunya.”
13. Wanita apabila salat 5 waktu, puasa 1 bulan Ramadan, memelihara kehormatan serata taat terhadap suaminya, masuklah dia dari pintu surga mana saja yang dia kehendaki.
14. Tiap wanita yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah SWT memasukkan dia ke dalam surga 10.000 tahun lebih dahulu daripada suaminya.
15. Apabila seorang wanita mengandung janin dalam kandungannya, maka beristigfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan seribu kebaikan dan menghapuskan darinya 1000 kejahatan.
16. Apabila seorang wanita mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad di jalan Allah.
17. Apabila seorang wanita melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa – dosa seperti keadaan ibu yang melahirkannya.
18. Apabila telah lahir anaknya lalu disusuinya, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan dari susunya diberi satu kebajikan.
19. Apabila ibu semalaman tidak tidur karena memelihara anaknya yang sakit, maka Allah SWT memberikan pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah SWT.